DISKUSI HARI SANTRI NASIONAL 2023

Catatan Historis Peran Pesantren dalam membangun Pranata Preventif Konflik Horizontal Di Indonesia
Share Postingan ini

Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang merupakan tempat mendidik para santri, dimana dalam prosesnya santri tinggal bersama di sebuah asrama atau pondok di bawah bimbingan guru, yang dikenal dengan kiai. Pesantren adalah produk lokal Indonesia dan menjadi salah satu Lembaga tertua di Indonesia dan sudah ada sejak masa penjajahan jauh sebelum negara ini merdeka, dengan membawa asas dan tujuan untuk mempersatukan umat.

 

Peran pesantren terbesar yang pertama adalah pesantren memiliki andil besar dalam sejarah proses kemerdekaan Indonesia. Dalam sejarahnya, pesantren sejak masa kolonial ikut berjuang dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari para penjajah.Dan untuk mengapresiasi kontribusi besar dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka pemerintah meresmikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dan 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Dan masih banyak lagi tokoh pahlawan yang berasal dari kalangan pesantren.

Diskusi bersama Al-Ustadz Dzulfiqar tentang histori & peran Pesantren di era digital

Maka dari itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang bertepatan pada tanggal 22 Oktober, IKPM Pakistan berkolaborasi dengan PCINU Pakistan mengadakan acara Diskusi Hari Santri Nasional 2023 dengan Tema:

“Catatan Historis Peran Pesantren dalam membangun pranata preventif konflik horizontal di Indonesia”. Acara tersebut dibawakan langsung oleh Al-Ustadz Zulfikar Alamsyah selaku Pembimbing IKPM Pakistan sebagai pembicara yang diadakan di Rumah PCINU Pakistan pada minggu sore (9/9).

 

Diskusi tersebut terbuka untuk seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi Indonesia ( Santri ) yang berada di Pakistan sebagai bentuk refleksi sejarah tujuan terbentuknya Pesantren serta mudzakarah peran nilai-nilai Pesantren dalam pembangunan negara, salah satunya dalam membangun Pranata atau Norma mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus sebagai bentuk upaya mencegah adanya konflik horizontal di Indonesia, dengan menyumbang nilai-nilai pesantren pada Pendidikan Indonesia serta implementasi makna toleransi yang diajarkan oleh pesantren.

 

Tema yang diangkat pada diskusi kali ini bertujuan sebagai bentuk respon kita sebagai seorang santri untuk meng-implementasikan nilai-nilai yang diajarkan oleh pesantren di kehidupan sosial, dalam upaya pencegahaan terjadinya konflik horizontal di masyarakat. Dikarenakan adanya isu-isu konflik horizontal yang terjadi di masyarakat dan menjadi bahan perbincangan di Media Sosial beberapa tahun terakhir.

Nuansa Diskusi mahasiswa & mahasiswi (santri) IIUI Islamabad Pakistan

Tantangan Pesantren tak hanya berperan dalam melawan penjajahan di masa lampau, Pesantren juga harus berperan dalam menghadapi tantangan globalisasi di masa yang akan datang. Seperti pada saat ini, Era Digitalisasi yang berkembang membuat perilaku masyarakat menjadi ketergantungan terhadapnya dan membuat manusia menjadi prakmatis, gampang diadu domba, dikelabui dan mudah diprovokasi. ”Seorang Santri dididik untuk menjadi bijak dalam bersikap, dituntut untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik, dengan meningkatkan pertahanan diri dan menjaga norma dan nilai-nilai pesantren membuat kita menjadi insan yang mulia dan bermanfaat”. Begitulah ringkasan pesan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Zulfikar Alamsyah sebelum mengakhiri diskusi tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *