Divisi Keputrian IKPM Pakistan Gelar Diskusi Tentang Parenting

Share Postingan ini

Islamabad-Pada Rabu (09/03/2022) Divisi Keputrian Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Pakistan menggelar diskusi seputar Parenting. Acara yang dilaksanakan di kediaman Ustadz Taufik Maulana (Alumni Gontor 2011) ini bertemakan tentang “Hal Keliru Yang Dilakukan Orang Tua Lakukan Saat Anak Tantrum”. Diskusi ini digelar akan teman-teman warga IKPM Pakistan yang notabene mahasiswi di International Islamic University of Islambad (IIUI) ini memiliki bekal dan wawasan yang cukup dalam dunia parenting.

Acara ini dinarasumberi oleh Istri Ustadz Taufik Maulana, yaitu Ustadzah Syifa Kholifia. Sebelum memaparkan tentang materi yang lebih mendetail, Ustadzah Syifa menjelaskan terkait definisi dari Tantrum. Ibu dari satu orang anak ini menjelaskan bahwa Tantrum adalah keaadaan emosi anak yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menjerit, berteriak, marah, dan lain sebagainya. Tantrum merupakan hal yang wajar terjadi pada anak usia balita, yang mana menandakan baiknya perkembangan emosi anak.

Pemaparan materi oleh narasumber

Ia juga memaparkan bahwa Tantrum dalam dunia parenting dibagi menjadi 3 jenis: Manipulatif, Putus Asa, dan Frustasi. Pertama, Manipulatif, yaitu berpura-pura. Seperti berpura-pura marah, menangis, yang mana hal tersebut dilakukan supaya orang tua memberi apa yang ia mau. Kedua, Putus Asa : yaitu bersikap putus asa. Tidak ada gairah. Biasanya aktif, menjadi tidak bersemangat. Hal ini terjadi karena ada ledakan emosi dari diri anak yang terjadi dari sesuatu yang membuatnya takut dan putus asa. Dan yang terakhir, Frustasi, yaitu tantrum yang terjadi karena anak belum bisa mengekspresikan apa yang dia mau.

“Ada beberapa cara dalam menghadapi anak tantrum, yakni memposisikan diri kita dan anak secara sejajar. Apabila anak sedang duduk, maka kita duduk. Lalu pastikan emosi kita stabil dan tenang. Jika anak menangis, jangan menatap matanya. Jika anak sudah tenang, tanyakan alasan anak tantrum, jelaskan sebab dan akibatnya juga.” Tutur Ustadzah Syifa.

Di kesempatan ini, Pemateri juga memberikan solusi terkait bagaimana menghadapi anak yang mengalami Tantrum yaitu: perbanyak meminta pertolongan kepada Allah, salah satunya dengan perbanyak membaca doa, “Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waja’alna lil muttaqina imama.” Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.”

Perfotoan bersama narasumber

“Dalam mendidik seorang anak, kita memperhatikan asupan gizi anak. Pastikan anak mendapat asupan gizi yang cukup. Karena 1000 hari pertama kehidupan anak adalah masa-masa pesat pertumbuhan anak.” Tambah Ustadzah Syifa

Di akhir diskusi, acara beralih ke pertanyaan dari para hadirin, lalu ditutup dengan perfotoan bersama.

 

Oleh : Arfilia Rakhma

Editor : Ach. Fuad Fahmi

Loading

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *