Ikutilah Kebenaran, Bukan Mengikuti Orang Benar

Share Postingan ini

Hidup tanpa pandangan hidup bagai kapal layar di samudra luas tanpa radar yang mudah di ombang – ambing oleh angin kehidupan. Betapa vitalnya pandangan hidup bagi kesuksesan seseorang karena pandangan hidup atau yang sering disebut idealisme merupakan bagian dari esensi akal manusia itu sendiri sehingga ia tidak hanya berjalan kesana kemari tanpa arah tujuan yang jelas namun aruslah yang harus mengikuti pergerakan  menuju cita-cita kita.

Kita sebagai mahasiswa yang selalu identik dengan educated people, cerdas, kritis, berani serta kreatif, sungguh bukan waktunya lagi bagi mahasiwa untuk selalu mengekor  pada orang-orang yang kita anggap benar tanpa mengetahui hakikat kebenaran akan tujuan itu. Apalagi kita telah dikarunia oleh Tuhan anugerah yang begitu besar yaitu akal, kita harus selalu menggunakannya dalam setiap derap langkah kita, dalam menimbang setiap skala prioritas dalam keterbatasan waktu dan tenaga, serta dalam memilih setiap dilema hidup ini.

Kebenaran merupakan objektivitas, tetapi orang benar itu hanya merupakan subjektivitas. Ironisnya kadang kita hanya mengikuti orang-orang yang dianggap benar namun kita tidak mengetahui apakah yang ia lakukan itu benar atau tidak? Kita hanya menjadikan faktor kuantitas sebagai barometer suatu kebenaran namun kita lupa akan kualitas kebenaran itu. Kita menganggap bahwa kelompok yang paling banyak pengikutnya berarti yang paling benar. Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata dalam kitabnya “Minhajul Taksis wat Taqdis fi Kasfi Syubuhat”:
“Kamu jangan merasa rendah diri karena menempuh jalan yang benar walaupun sedikit orang yang menempuhnya, dan kamu jangan tertipu dengan yang bathil walaupun banyak orang yang mengamalkannya.”

Zaman edan seperti yang kita rasakan pada akhir-akhir ini, dimana sebuah tuntunan hanya di jadikan tontonan dan sebaliknya tontonan malah dijadikan tuntunan. Sungguh ironisnya hidup ini kalau kita tidak mempunyai idealisme hidup yang benar. Apalagi kita sebagai mahasiswa di negeri orang, tanpa idealisme kita akan mudah tergoyahkan oleh keadaaan, kepentingan orang lain sehingga kita lupa akan skala prioritas kita sebagai seorang mahasiswa di negeri seberang. Bahkan kita bisa gagal dalam mencapai tujuan dan harapan kita, orang tua bahkan semua orang di sekitar kita.

Allah SWT berfirman dalam surat Yunus ayat 36:

“Dan kebanyakan mereka tidak menuruti melainkan hanya sangkaan saja, (padahal) sesungguhnya sangkaan itu tidak dapat memenuhi kehendak (dalam) menentukan dari kebenaran”

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah SWT telah menegaskan kepada kita bahwa sudah merupakan tabiat manusia yang kebanyakan atau mayoritas hanya cenderung kepada sikap berprasangka dalam membuat penilaian terhadap suatu perkara, walhasil keputusannya hanya didasarkan kepada prasangka

 

Maka sekarang saatnya kita untuk mengubah pola kita untuk mengikuti kebenaran karna orang yang selalu dianggap benarpun kadang melakukan kesalahan. Ketika kita mengikuti suatu kebenaran maka sumber yang kita perolah akan semakin luas dan banyak tak terbatas oleh golongan dan kasta bahkan kebenaran pun bisa bersumber dari orang yang kita anggap selalu berbuat salah, maka akan lebih indah dan bewarna hidup ini ketika selalu mengikuti kebenaran darimanapun itu berasal bahkan anak kecilpun bisa mengajari kita suatu kebenaran.Wallahua’alambisshawab

Loading

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *