Live instagram IKPM Pakistan membahas pengalaman berbisnis sambil kuliah

Share Postingan ini

Islamabad, Selasa 06 Desember 2022 IKPM Pakistan mengadakan siaran langsung di instagram bersama Iwung Esanda Mutiara, mahasiswi universitas Al-Qasimia Uni Emirat Arab dan juga owner dari Fathiira Hijab. Walaupun sibuk dengan kegiatan perkuliahan di Fakultas Syariah wa Dirasat Islamiyah, narasumber yang juga alumni Gontor tahun 2018 ini masih bisa konsisten menjalankan bisnis hijab. Live instagram yang dipandu oleh Ken Sofia dimulai pukul 19.30 PKT dan diawali dengan sharing pengalaman sesama anak rantau yang hidup jauh dari tanah air.

Host dan narasumber yang sedang berbincang saat siaran langsung di Instagram

Berdirinya Fathiira hijab ini bermula pada saat pandemi dan kegiatan perkuliahan tatap muka berganti dengan cara daring. Dimana hal itu membuat kegiatan sehari-hari menjadi kurang produktif dari biasanya. Dari sanalah muncul ide membuka bisnis sampingan untuk mengisi waktu kosong. Walaupun sekarang bisnis hanya bisa dipantau dari jauh karena pandemi sudah berlalu dan kegiatan perkuliahan telah kembali normal, hal tersebut tidak membuat Fathiira hijab berhenti memasarkan produknya. Kekonsistenan ini ada karena kak Iwung selaku owner selalu ingat akan niat dan tujuan awal saat ia memulai bisnis. Harus berani menghadapi konsekuensi juga salah satu tantangan dalam menjalani bisnis sembari menuntaskan jenjang pendidikan di bangku kuliah. Management waktu yang juga diperlukan untuk menyeimbangkan kesibukan di perkuliahan maupun bisnis.  Di era banyaknya brand hijab yang saling bersaing di pasaran membuat kak Iwung terus berusaha mempertahankan identitas dan nilai dari brandnya sendiri. Seperti pemilihan kualitas kain dan ketelitian dalam proses pembuatannya. Juga mempertahankan citra Fathiira sendiri yang sudah dikenal sebagai Brand hijab syar’i.

Beberapa pesan disampaikan oleh kak Iwung untuk teman-teman yang ingin memulai bisnis ataupun sedang menjalankannya, untuk selalu mempunyai niat dan tujuan yang baik dalam berbisnis. Juga berani dalam mengambil keputusan dan dalam menghadapi konsekuensi saat menjalani kuliah dan berbisnis. Tak lupa narasumber mengingatkan bahwa pengaturan keuangan yang rapi juga diperlukan dalam menjalankan bisnis.  Di akhir pembicaraan kak Iwung menambahkan bahwa memulai dalam berbisnis adalah cara kita mengamalkan secara nyata materi-materi pembelajaran yang telah diberikan di kelas. Dimana kita juga belajar  bermuamalah baik dengan berbagai macam orang  secara langsung dalam kegiatan jual-beli.

Oleh : Ilma Husnul

Editor : Tovi Primaresty

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *