Pakistan dan Anti-Mainstream Traveling

Share Postingan ini
Ramkot Fort, Kashmir

Saat disebut nama Pakistan, pasti yang terbersit di benak teman teman sekalian adalah potret dari negara timur tengah, bergurun, panas, konflik, bom boman, dan Taliban. Tapi tahukah teman teman, Pakistan bahkan tidak termasuk negara timur tengah, karena bahasa official dan sehari harinya bukan arab, melainkan English dan Urdu, semacam bahasa Hindi di India. Secara geografis, Pakistan termasuk di negara Asia Selatan atau lebih dikenal dengan subkontinent. Meski ramai diberitakan sebagai negara konflik dan tidak dianjurkan untuk melancong atau traveling, Pakistan menyimpan destinasi destinasi wisata yang “WOW”, apalagi bagi para petualang outdoor, Pakistan surganya. Dengan promosi pariwisata yang masih sangat terbatas, dan infrastruktur yang minimalis, maka bagi para roadless traveler, Pakistan bisa jadi tujuan yang “menantang”.

Dari sisa sisa peradaban Mohenjo Daro yang terkenal di kalangan ahli purbakala, sampai pendakian K2 ( Gunung tertinggi kedua di dunia) yang membuat jantung para pendaki berdetak lebih kencang. Jalur sutera kuno, The Ancient Silkroad, rute perdagangan antara Eropa Dan Asia Timur dari masa silam juga menjadi salah satu destinasi menarik bagi para traveler. Bayangkan, membelah dinginnya Pegunungan Himalaya dan Kerasnya iklim Pegunungan Karakoram yang melegenda sambil “napak tilas” perjalanan petualang petualang hebat dari masa lalu seperti Alexander The Great, Jenghis Khan, dan Marco Polo.

Lembah Naran – Himalaya, Pakistan

Meski fasilitas wisata sangat kalah jauh dari destinasi destinasi Eropa, dan negara Negara maju lainnya, tapi ada satu kepuasan sendiri ketika kita mampu menjelajahi destinasi wisata Pakistan. Orang sudah biasa melihat foto foto selfie di depan Patung Liberty, Menara Eiffel, atau si Singa Merlion. Tapi pemandangan snowcapped mountain yang masih asri belum tersentuh peradaban? Atau minum teh bersama para penggembala domba Nomaden yang masih sangat menjunjung budaya asli mereka? Benar benar anti-mainstream bukan?

Siri Paye Meadow, Shogran

Nah berikut ini penulis akan mengulas beberapa tips berpetualang ke Pakistan :

1.    Ketahui Musim
Pakistan merupakan Negara dengan 4 musim atau subtropis, jadi jika teman teman ingin berpetualang ke Pakistan, lihat dulu musimnya, kalau pas musim panas (Mei-Juli) jangan ikut rally gurun di Cholistan, well, kecuali kalau memang ingin menggosongkan diri di gurun dengan suhu lebih dari 54 celcius.

Rakaposhi (7788 mdpl), Hunza – Pakistan

2.    Selalu update berita
Karena Pakistan masih merupakan Negara dengan keamanan yang bias dibilang kurang stabil, maka untuk kenyamanan dan keamanan dianjurkan untuk selalu update berita, khususnya berita regional Pakistan. Karena tempat yang aman tentram bias berubah menjadi medan perang dalam sekejap.

Minum teh khas Suku Pushtun

3.    Berpakaian yang sesuai norma adat setempat
Pakistan merupakan Negara muslim dengan populasi muslim terbesar kedua setelah Indonesia, meskipun nomer dua, tapi Pakistan relative lebih strict dalam mengaplikasikan kehidupan beragama khususnya dalam berpakaian, jadi usahakan bagi traveler wanita untuk berpakaian yang tertutup dan usahakan berkerudung. Jangan sampai pakai hotpants atau yoga pants, meskipun musim panas tapi demi keamanan dan kenyamanan, jangan deh.

Penggembala domba di Karakoram Highway

4.    Ketahui medan
Medan petualangan Pakistan sangat berbeda dengan Indonesia, apalagi pegunungannya. Dengan hutan homogeny dan didominasi oleh bebatuan, peluang untuk survival di pegunungan Pakistan sangat kecil jika tidak dibarengai dengan skill survival dan navigasi yang memadai, tapi bukankah it semakin menantang?. Nah untuk mengatasinya, siapkan bekal yang cukup dan latihan fisik untuk menghadapi iklim dan medan Pakistan yang keras.

Penulis berpose di Rakaposhi East Trek

5.    Jangan lupa bawa paspor
Bagi traveler mancanegara seperti kita, sangat penting untuk membawa paspor atau identitas yang bias diterima secara internasional. Karena di Pakistan sangat banyak pemeriksaan baik oleh Polisi maupun Pakistan Ranger ( Tentara keamanan perbatasan Pakistan), jadi identitas diri sangat penting untuk selalu dibawa kemana mana.

Neela Sandh, Islamabad

6.    Usahakan punya guide atau guard dari penduduk setempat
Tidak semua penduduk Pakistan bias berbahasa Inggris, maka akan sangat membantu jika kita berpetualang sambil membawa guard atau guide dari penduduk local yang bias berbahasa daerah sehingga masalah komunikasi tidak menjadi barrier dalam petualangan kita.

Suatu senja di Masjid Badhsahi, Lahore

7.    Peta atau GPS
Sangat penting bagi para petualang semua untuk selalu membawa benda ini, Kenapa? Tanya Dora.

Danau Saiful Muluk, Naran Valley

Nah, itu tadi sekilas ulasan tentang tips tips untuk berpetualang di Pakistan, menantang, anti-mainstream dan punya kebanggaan sendiri jika bias mengeskplorasi tempat tempat emejing disini.

So, tunggu apa lagi?
Mari berkemas !!

Oleh : Ridwan Miftahurrochman, BS Politics & International Relations
Alumni Gontor 2009

Loading

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *