Pemikiran dan Peradaban Islam, Webinar Internasional IKPM Pakistan & PKU UNIDA Gontor

Share Postingan ini

ISLAMABAD- Senin (21/11) IKPM Pakistan berkerjasama dengan PKU (Program Kaderisasi Ulama) UNIDA mengadakan webinar Internasional. Webinar kali ini bertema Pemikiran dan Peradaban Islam, banyak tentang tantangan umat islam di zaman sekarang serta cara menyikapinya.

Webinar ini di isi oleh 3 orang pembicara yaitu; Muhammad Naufal Fairuzillah, Jannatul Firdausi Rahma, dan Syahrinal, S.H. acara dibuka oleh MC saudara Lidzikri Ahmad Syahru Robbani, dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Ahmad Faizul Akmal. Dilanjutkan dengan sambutan dari Al-Ustadz Zahrul Fata yang berpesan agar kita sebagai calon ulama jangan sampai salah mengambil tindakan dalam menghadapi tantangan-tantangan umat islam di zaman sekarang.

Pembicara pertama yaitu Muhammad Naufal Fairuzillah, membawakan materi dengan judul “Non-Binary Gender dan Problem Penyimpangan Fitrah Seksualitas Anak”. Fenomena Non-Binary gender atau Gender diluar laki-laki dan perempuan yang merupakan penyimpangan yang banyak terjadi di zaman sekarang. Dimana seseorang merasa bahwa dirinya bukan lah laki-laki maupun perempuan atau merasa dia adalah keduanya.

Sesi PerfotoanPembicara kedua Jannatul Firdausi Rahma dalam materinya tentang “FWB dan Problem Moral Sexual Consent”  menjelaskan FWB adalah hubungan pertemanan dimana orientasinya adalaha hubungan seksual tanpa di dasari komitmen. Lahirnya fenomena ini sebagai tawaran hubungan pertemanan yang katanya bisa memberikan manfaat dalam arti lain. Yang mana hal ini menjadi problem adanya krisis moralitas seksual pada anak muda saat ini.

Pembicara terakhir Syahrinal, S.H berbicara tentang “Problem Keluarga di Barat Dalam Tinjauan Maqashid Shari’ah” menjelaskan “Keluarga adalah miniatur sebuah bangsa. Rapuh dan runtuhnya keluarga merupakan indikator lemah dan hancurnya sebuah bangsa” di barat keluarga udah banyak kehilangan fungsinya. Banyak orang-orang di Barat tidak menikah karena banyaknya kasus perceraian disana yang mana kasus perceraian terjadi sebanyak 40%, sehingga mereka enggan untuk menjalani pernikahan. Yang mana ini berdampak negative pada kehidupan anak diantaranya banyak anak-anak yang tinggal dalam rumah tangga tanpa pernikahan.

Acara di lanjutkan dengan sesi tanya jawab, lalu perfotoan dan ditutup dengan do’a. Semoga dengan adanya acara ini dapat membentuk ulama yang siap menghadapi  tantangan umat islam saat ini yang berasal dari internal, maupun eksternal di luar kalangan umat islam. Aamiin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *